Browsing by Author "Purnama Alamsyah"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
Item Open Access Debunking disinformation on YouTube : a fact check on the 2024 Indonesian election(Universitas Dr. Soetomo Surabaya, 2024-11-28) Purnama Alamsyah; Lukman Nul Hakim; Gustaf Wijaya; Arditya WicaksonoThe increasing number of hoaxes circulating on digital platforms in Indonesia is concerning. Following the 2024 Indonesian presidential election, the spread of disinformation, specifically on YouTube, has intensified, posing significant risks to public trust and the electoral process. These hoaxes have the potential to destabilise societal harmony and influence voter perceptions. In response, fact-checker institutions have played a critical role in exposing disinformation. This article explores the mechanisms of assessing accuracy on YouTube during the 2024 election, focusing on how Indonesian fact-checking institutions operate. The research used a qualitative approach, with two data collection techniques– interviews with key stakeholders and field observations of fact-checking processes. This research revealed that fact- checking in Indonesia is falling behind the rapid disinformation production. Combating disinformation requires more than current efforts—it demands a coordinated, resource-intensive approach involving the executive, legislative, judiciary, and civil society's active engagement. Innovative policies, technological advancements, and well-trained human resources are imperative to ensure its effectiveness.Item Open Access Disinformasi di YouTube : pemilihan presiden 2019 dan 2024(Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, 2024-07-24) Purnama Alamsyah; Gustaf Wijaya; Lukman Nul HakimKesenjangan (gap) literasi digital salah satunya karena kurangnya minat baca dan cek fakta, membawa arus deras hoaks dan disinformasi seakan tidak terbendung (Kemenkominfo, 2022). Penanganannya juga mengalami banyak tantangan, di mana sumber daya yang ada seakan tidak sebanding dengan arus deras disinformasi. Hal ini kemudian dimanfaatkan pihak–pihak tertentu untuk menciptakan situasi yang menguntungkan salah satu kelompok. Dalam kontestasi politik, hal ini tampak nyata. Bagaimana saling serang terjadi, kampanye – kampanye kasar dengan disinformasi dan hoaks yang menyesatkan pun terjadi. Kemudahan konten diproduksi, serta kebebasan berpendapat di Indonesia yang tidak dibarengi dengan etika yang memadai, membuat konten – konten keruh bertebaran. Bagaimana informasi ini bergulir di Youtube, fenomena apa saja yang muncul, utamanya dalam periode Pemilihan Presiden 2024? Serta topik–topik apa saja yang menjadi “sumbu” utama disinformasi? Pertanyaan–pertanyaan ini akan coba dijawab oleh bab ini.Item Open Access Mobilitas Penduduk dan Kualitas Udara saat Pandemi COVID-19 : Studi kasus DKI Jakarta(Research Group in Regional Development and Environmental Management Department of Urban and Regional Planning Faculty of Engineering - Diponegoro University, 2023-08-31) Purnama Alamsyah; Lukman Nul HakimPenelitian ini bertujuan melihat sejauh mana mobilitas penduduk berpengaruh terhadap lingkungan, khususnya kualitas udara. Para peneliti sebelumnya telah mempelajari dampak mobilitas penduduk dan kaitannya dengan ekonomi, pola penyebaran penyakit, dan psikologis. Namun demikian masih sedikit yang meneliti bagaimana faktor lingkungan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh mobilitas manusia. Bencana covid-19 secara kebetulan memberikan peluang bagi peneliti untuk mempelajari dengan kondisi yang sulit terulang, yaitu kondisi Kota Jakarta yang lebih lengang, dikarenakan mobilitas penduduk di Jakarta yang menurun drastis dikarenakan lockdown. Peneliti berusaha mempelajari fenomena tersebut menggunakan kerangka teori Driver–Pressure–State–Impact–Response (DPSIR). Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan mengkaji data mobilitas dari Google Mobility Index dan Rom tom Traffic index. Sementara sumber data respon publik diambil dari data cuitan di twitter yang diambil dari Twitter Archiving Google Sheet (TAGS) versi 6.1.7 mulai dari tanggal 15 Februari hingga 22 Mei 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan mobilitas penduduk dalam berkendara ternyata tidak secara otomatis akan menurunkan kadar polutan di udara. Terdapat faktor lain yang berkontribusi terhadap polusi di Jakarta, yaitu industri yang berada di Jabodetabek yang mengelilingi Kota Jakarta. Artikel ini bermanfaat bukan saja bagi pemerhati lingkungan, melainkan juga para pengambil kebijakan, bahwa upaya memperbaiki kualitas udara di Kota Jakarta dapat dilakukan dengan mengatur mobilitas penduduk di Kota Jakarta, dan memonitor pihak industri.